Ngentot Cewek Bispak Jual Mahal Di Room Karaoke

Senin, September 11th, 2017 - Cerita Sex Party
itil foundation

Kumpulan Novel Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Ngentot Cewek Bispak Jual Mahal Di Room Karaoke. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi peningkat nafsu birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Hot, selamat menikmati.

Ngentot Cewek Bispak Jual Mahal Di Room Karaoke

Ngentot Cewek Bispak Jual Mahal Di Room Karaoke

Suatu siang secara tidak sengaja aku bertemu seorang teman lama yang sedang menggandeng seorang perempuan cantik yang berpakaian sexy dan mengundang birahi. Aku tahu pasti itu bukan istrinya tapi aku tidak ambil pusing siapa yang dibawanya, pasti selingkuhannya gumamku dalam hati. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Dia menghampiriku dan menceritakan siapa yang dibawanya tadi. Ternyata Dia bernama Rara, seorang penjaga stand provider sebuah operator seluler yang ada di kotaku.

Singkat cerita Rara adalah pacarnya, tapi mematok sebuah tarif disetiap kencan dan ngesex. Aku hanya tersenyum mendengar ceritanya, ternyata ada modus baru prostitusi yang dijalankan para cewek matre. Sesaat sebelum pulang Dia memberiku nomer handpone Rara kalau-kalau aku berminat mencari pacar kontrak karena teman Rara banyak yang jomblo dan berpesan agar aku tidak mendekati Rara jika tidak ingin malu karena Rara orangnya sangat setia walau dia seorang Bispak.

Aku benar-benar surprise dengan apa yang baru aku dengar, jujur aku sangat tertarik dengan semua yang diceritakan temanku tapi disatu sisi hatiku merasa panas karena diremehkan tidak mungkin bisa menaklukkan Rara. Karena terbawa suasana, tanpa berfikir lagi aku menghampiri Rara disebuah stand yang diceritakan temanku.
“Rara ya? Kenalin aku Iwan! Kataku sambil mengulurkan tangan.
‘siapa ya? Maaf aku tidak mengenal kamu! Jawabnya cuek mengacuhkan jabat tanganku.
“aku temannya Hendra, pacar kamu! Jawabku menjelaskan.
‘oo…Rara…. jawabnya singkat sambil mengulurkan tangannya.
‘maaf Mas, ini jam kerja….gak enak dilihat teman-teman! Jawabnya mengusir halus.
“ok makasih,… jawabku dengan kecewa.

Akupun kembali duduk ke Cafe dan memesan sebuah juice jeruk untuk menyegarkan hati dan pikiranku. Jujur aku sangat tersinggung dengan sambutan Rara, apa mungkin ada perek yang setia pada pelanggannya??? Tanyaku dalam hati. Belum juga hilang jengkelku, tiba-tiba ada wanita yang berpakaian sama dengan Rara datang menghampiriku.

“maaf Mas, boleh duduk?? Katanya sambil memasang senyum manis.
‘silahkan! Jawabku singkat.
“oya…kenalkan aku Hana, teman kerja dan 1 kost dengan Rara! Jawabnya Hana.
‘Iwan… jawabku singkat.
“Rara orangnya memang begitu, dia memandang seseorang hanya penampilannya saja. Kata Rara membuka pembicaraan.
‘emang aku bagaimana? Tanyaku.
“Mas sangat tampan dan atletis, tapi karena pakaian Mas kaos begini ya dianggapnya gak berduit. Aku yakin kalau Rara tahu pekerjaan dan Pajero Putih milik Mas, dia yang bakal ngejar-ngejar Mas”. Katanya menjelaskan.
‘…maaf, kamu tahu aku?? Tanyaku heran, karena mobilku baru aku beli 3 hari yang lalu.
“tahu aja dari teman Mas, kebetulan temanku kerja di dealer tempat mas beli mobil! Jawabnya.
‘apa benar Rara itu…. tanyaku agak ragu.
“iya Mas, dia memang begitu…selain sombong, dia juga perebut pacar orang. Pacarku direbut dua kali Mas! Jawabnya dengan memasang wajah sebel.

Setelah berbincang beberapa saat, aku tahu kalau Hana juga seorang bispak dan dia bersedia membantuku mendapatkan Rara dengan syarat setelah Rara suka aku harus mencampakkannya untuk membalas sakit hatinya Hana. Dengan senang hati aku menerima kesepakatan itu. Setelah cukup mendapatkan informasi, akupun pulang kerumah dan kembali lagi sore harinya setelah mendapatkan sms dari Hana bahwa Rara pulang cepat. Akupun standby di parkiran lantai dasar untuk menunggu Rara dan ternyata tepat waktu, kulihat Rara turun menuju parkiran.

“Hey Ra, mau pulang ya? Tanyaku.
‘Iwan kan, iya nih…emangnya kamu mau antar aku kok tanya begitu? Jawabnya dengan nada centil.
“ayo….siapa takut! Jawabku singkat, ternyata benar kata Hana kalau Rara hanya menghargai orang dari materinya saja.
‘mau langsung ke kost atau kemana? Tanyaku.
“kamu maunya gimana?! Jawabnya antusias.
‘aku sebenarnya kepengen banget nge-ro0m (karaoke) tapi apa kamu bisa, kalau di cari Hendra? Tanyaku memancingnya.
“ayo aja, urusan Hendra sih gampang! Jawabnya sambil menggenggam tangan kiriku.

Akupun melaju menuju tempat karaoke favoritku dan langsung menuju ruang VIP+ yang biasa aku pesan. Rara semakin terpesona oleh materiku karena ruang VIP tergolong sangat mahal dan satu-satunya yang ada di kotaku dengan harga sewa 6 juta untuk 5 jam termasuk penyanyi dan sepasang minuman special. Dua penyanyi langgananku datang menyapaku sambil cipika-cipiki dan tangan yang nakal meremas penis yang masih terbungkus celana. Mendadak Rara menarik aku dan menyuruh kedua penyanyi tersebut keluar. Aku hanya tertawa dalam hati, melihat ekspresi cemburu dari tatapan matanya.

‘kamu kan datang denganku, ngapain pakai penyanyi? Tanya Rara sewot.
“itu 1 paket dengan room ini, lagian lumayan kan bisa cuci mata! Jawabku iseng sambil mengukur seberapa besar hasratnya padaku.
‘kamu mau lihat yang sexy? Aku juga bisa…. jawabnya dengan nada sebel.

Pintupun dikunci dari dalam dan sambil menari striptease Rara melepaskan satu persatu seragam kerjanya hingga menyisakan CD dan BH saja. Sungguh fenomenal, aksinya sangat menggugah birahi dan semakin membuat aku terpesona. Kulit putihnya terlihat sangat kontras dengan remang cahaya, togenya yang sekel, kakinya yang jenjang, perutnya yang sexy dan yang paling hebat adalah tarian dan goyangan erotisnya.

Sedikit demi sedikit Civas special ditenggaknya dengan lahap, hingga membuatnya terjatuh karena mabuk. Akupun memapah dan membawanya kedalam kamar yang ada diruangan VIP tersebut. Aku sms Hana yang memang sudah ada di depan karaoke, serta menyuruh Vira dan Dona mereka adalah 2 penyanyi yang tadi diusir Rara karena aku berniat untuk membuat “pesta sex untuk Rara”.

Akhirnya mereka datang dan saatnya show time! Aku meminta Vira dan Dona untuk berlesbian mengerjain Rara yang tergeletak mabuk ditempat tidur. Dengan antusias mereka melepaskan baju yang dikenakanya dan kemudian melepaskan bajunya Rara yang tinggal CD san BH saja. Sementara aku dan Hana duduk berpelukan di sofa sebelahnya kasur. Vira langsung melahap tubuh Rara dengan mencumbu dan meremas kedua toket sekal Rara. Perlahan Rara bereaksi aktif atas rangsangan dan cumbuan yang dilakukan oleh Vira, gerakan tubuhnya meliuk dan menjambak rambut Vira sambil mendesis tiada henti.
Hemmmmmmmmmmmmmm….aaaaaahhhhhhhhhhhhhhh, enak banget ciuman kamu Wan, ayo tunjukkan kejantananmu…..aaaahhhhhhhh puaskan aku sayaaaaaaaaaaaaaangggggggggg! Desahan Rara.

Aku dan Hana tertawa cekikikan melihat Rara yang sedang kelojotan dan mengerang nikmat. Mendadak Dona datang dari belakangku dengan membawa tali dan beberapa sex toys. Diikatnya tangan Rara ke pojok tempat tidur, setelah itu mengambil posisi menungging di depan vagina Rara. Lidahnya menjilat dan mengobok-obok vagina Rara yang gundul, sambil memasukkan sebuah vibrator berbentuk kapsul dan menekan tombol ke-3 yang berarti getaran penuh. Rara semakin terangsang, semua kata-kata kotor keluar dari mulutnya melampiaskan berjuta rangsangan yang datang bersamaan.
AAAAAAAAHHHHHHH…..OOOOOUUUUGGGHHHHHHHH.. …Baj*ngan nikmat banget rasanya….aaaaaahhhhh….aku gak tahan…..aaaaaaaahhhhhhh……….vaginakuuuu….. vaginaku banjirrr……aaaagggggggg……………hhhhhhuuu uuuuuuuuhhhhhhhhhhh…………mmmmmmmmm.
Vira tidak mau kalah, toket Rara diremasnya dengan kuat dan diremas-remas dengan buas seakan ingin melampiaskan kekesalannya karena disuruh keluar room.

Bibirnya menghisap dan menggigit puting Rara yang menonjol keluar tak menghiraukan umpatan Rara yang kian menjadi. Mendadak Dona menghentikan jilatannya divagina Rara….
‘iiihhh….kurang ajar, orgasme gak bilang-bilang….mana asin banget lagi…. kata Dona nyengir melihat vagina Rara menyemprotkan cairan orgasmenya.
“udah, kocok aja terus…perek kaya gini harus dikerjain!! Sahut Vira sambil memberikan kontol mainan yang berkepala dua.

Dona hanya mengangguk tanda setuju dan langsung memasukkan penis mainan tersebut kedalam vaginanya, sementara satu kepalanya mengacung kedepan. Perlahan Dona memasukkan penis karet tersebut ke vagina Rara, setelah dirasa sudah masuk ujungnya dihentakkannya sekuat tenaga hingga tanpa sisa. Kini Dona memutar-mutar pantatnya untuk mengobok-obok vagina Rara. Jujur baru kali ini aku melihat permainan sex sejenis secara langsung.
Entah karena terlalu sebel atau memang Dona menikmati, goyangan Dona begitu liar dan cepat membuat Rara berulang kali menyemprotkan lendir dari vaginanya. Vira juga terbawa suasana, diambilnya sebuah dildo ‘penis berduri’ dan kemudian dilumasinya dengan olive oil. Dipegaangnya gagang dildo dengan kuat dan ditusukkan kedalam anus Rara. Walau terlihat sangat sempit (mungkin anusnya masih perawan) tapi karena yang menusuk adalah dorongan tangan maka ambles juga kedalam anusnya.
AAAAAAAA…….ADUUUUUUHHHHHHH….SAKIIIIIIIIIIIII IIIIITTTTTTTTTT….PERIH BANGET B*NGSAAATT OOOOOOOOOOOOOOOHHHHH……JANGAN SODOMI AAAAAAAAH….AKUUUUUUUUHH………
Melihat permainan Dona dan Vira terhadap Rara membuatku sangat bernafsu, penisku terasa sangat menyesak dicelana. Spontan aku lepaskan celana jeansku beserta CD yang membelit. Hana yang berada disebelahku tampak salah tingkah, birahinya yang membumbung tinggi hadir diantara rasa malu dan ragu karena diruangan itu ada 3 orang lainnya. Perlahan aku genggam tangan Hana, aku remas dan aku arahkan ke penisku.
‘Mas, jangan disini dong….ramai banget nih….aku malu…. bisiknya Hana.
Aku jawab bisikan Hana dengan ciuman dan lumatan di bibirnya. Emuah….emuuuuuaaaaccchhhhh kini Hana hanya bisa bergumam keenakan, tanganya mulai mengurut dan mengelus penis jumboku dengan penuh penghayatan.
‘gede banget Mas, kaya di bokep….apa muat di vaginaku? Tanya Hana sambil mereganggakn kedua pahanya.
“pasti muat sayaaaaaaaang, pasti ntar kamu puas dan ketagihan…. jawabku.
‘kalau aku ketagihan gimana dong???? Tanya Hana memanja.
“gampang, apasih yang enggak buat kamuuuu…. jawabku merayu.
Tanganku mulai masuk kedalam rok mininya, meraba dan mengelus sekujur pahanya….. kurasakan bulu-bulu halus pahanya mulai berdiri, desahan lembut mengiringi detik—detik cumbuanku.
Ooooooooohhhhhhhhhhh……nikmaaaaaaaaaaaaaatttttt ttttt….. desahnya saat ujung jariku mengelus kain tipis yang menutupi vagina basahnya.
Ternyata Hana sudah orgasme, terasa begitu hangat vaginanya tersiram lendir yang begitu banyak. Hana melenguh, saat jari telunjukku menyusup masuk dari pinggir CDnya, mengelus bibir vaginanya yang lembut tertutup jembut. Aku langsung menarik Hana agar rebahan di pahaku, mengarahkan bibir mungilnya ke penisku…. dengan cekatan Hana mulai mengocok penisku dengan cepat, sementara lidahnya menjulur menjilati pangkal kemaluanku. Menghisap dan menggigit lembut penisku…….
Aaaaaahhhhhhhhhh……..nikmaaaaaaaaaaaaaaaaaaattt tttttttttt…..ayo sayang hisap yang kuat, penis ini milikmu sayang….. desahku sambil berbisik manja ditelinga Hana.
Resleting rok merahnya aku turunkan setelah senelumnya aku lepaskan kancingnya, kini tanganku menyusup masuk dari belakang pantatnya. Aku elus dan susuri belahan pantatnya, aku elus halus anusnya dan terus kedepan hingga lipatan vaginanya begitu hangat kurasakan.
Tanpa membuang waktu aku buang rok dan Cdnya hingga hanya menyisakan bulatan pantat bohay dan vagina basahnya. Jari tengah dan jari telunjukku aku masukkan kedalam vaginanya, begitu sesak dan hangat. Perlahan jariku mulai bergerak masu mundur seirama dengan lenguhan dan desahan Hana yang telah beradaptasi diruangan itu.
Aaaaaahhhhhhhhhh….oooooouuuuuhhhh…..ssssssssss ssssssssttttttttttt……heemmmmmmmmmm.
Semakin keras Hana mendesah, semakin kuat hisapannya di penisku dan diikuti oleh gerakan mengejang dipantat dan kakinya. Hanya dalam waktu 8 menit, kedua jariku sudah berhasil memaksa Hana untuk menyemburkan orgasme sebanyak dua kali. Hana ternyata sangat mudah terangsang dan begitu sensitif, berulang kali penisku digigitnya karena tidak kuasa menahan nikmat yang aku buat.
‘Mas….aku sudah gak tahan nih, ayo entot aku Mas….please! Hana memohon dengan sangat.
Akupun menyuruhnya jongkok di Sofa dan dari belakang aku gesek-gesekkan ujung penisku ke bibir vaginanya….aku tekan sedikit….aku tarik lagi….aku dorong maju….aku tarik mundur…. berulang-ulang aku meaju-mundurkan penisku membuat jalan di vaginanya. Asal tahu aja, walau Hana bispak dan sudah 3 kali orgasme tapi nyatanya penisku masih belum bisa masuk juga. Saat ujung kepala penisku sudah masuk ke vaginanya aku teteskan olive oil ke penis dan bibir vaginanya. Setelah aku rasa sudah cukup merata dan licin aku dorong penisku kuat-kuat hingga masuk sepaaruh kedalam vaginanya.
ZLEBBBBBBBBB….ZLEEEEEEBBBBBB…..BLEESSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS…….
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH.. …satu desahan panjang meresmikan penisku masuk kedalam vaginanya. Aku goyangkan pantatku semakin cepat, semakin dalam, lebih dalam, terus dan terus hingga ujung penisku menthok didalam vaginanya. Sesekali aku tahan goyanganku untuk meresapi denyut dan pijatan vaginanya, begitu nikmat kurasakan. Sambil memejamkan mata aku menggoyangnya pelan, begitu terasa ada hisapan dan himpitan dari dinding vaginanya yang seluruhnya menempel di penisku.
Ooooouuuuuuhhhhhhhhhhhhh……..benar-benar vagina yang sempurna untuk penisku, pujiku dalam hati.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH HHHHHHH…….
HAHAHAHAHAHAAAA…..HAAAAAAAAAAA……….
Satu jeritan panjang dan tawa penuh kepuasan terdengar dibelakangku, saat aku tengok aku lihat Vira dan Dona tertawa sambil berpelukan sementara Rara tergeletak tak berdaya denga vagina tersumbat 2 buah penis mainan dan vibrator yang menggetarkan anusnya. Samar samar aku melihat begitu banyak lendir yang membasahi pangkal pahanya, sementara tubuh Rara diam tak bergerak hanya bibirnya saja yang tampak terengah mengambil nafas. Karena khawatir, aku meminta Dona dan Vira untuk membantuku merangsang Hana. Kini Dona berada disebelah kiri Hana, menciumi leher dan memainkan toket kiri Hana dengan lembut dan penuh nafsu. Sementara Vira berada disebelah kanan Hana, mengenyot-kenyot toketnya sambil mengelus-elus bibir vagina yang sedang aku genjot.
Aaaaahhhhh………ooouuuuhhhhhhhhh….aaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh…..aku ….akuuuuuuuu….keluaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr rrrr…… desahan Hana terdengar jelas dan keras bersamaan dengan keluarnya cairan orgasme yang disemprotkannya. Terasa benar, lendir itu menekan dan mengalir dari pinggir penisku.
“tunggu sebentar lagi sayang…..aku hampir keluar….. aku mempercepat goyanganku dan diikuti Dona dan Vira yang semakin inten menjamah bagian sensitif Hana. Timbu niat iseng dari dalam hatiku, aku ambil Vibrator dari anus Rara dan memasukkanya kedalam vagina Hana tepat dibawah penisku.
Aaaaaaaaaahhhhhhhh….ooouuuhhhhhh…….hhhhhhmmm mmmmmmmm……..aaaaaaaaaaahhhhh.
Aku dan Hana mendesah bersamaan, bersautan dan semakin terangsang dengan sensasi getaran yang ada. tidak butuh waktu lama, aku dan Hana mencapai klimaks yang benar-benar klimaks secara bersamaan. Semprotan sperma dan lendirnya begitu deras memenuhi vaginanya, bahkan karena banyaknya dan besarnya tekanan lendir tersebut memaksa penisku bergerak mundur terlepas dari dalam vaginanya. Kini terlihat jelas lendir itu mengalir deras dari lubang bulat (huruf:O) yang tercetak di vaginanya, menuruni paha mulusnya dan tumpah di sofa. Sangat kontras terlihat, lendir putih itu menggumpal di sofa hitam.
Dona dan Vira tidak menyia-nyiakan itu, Vira melumat habis vagina Hana dan menghisap sisa-sisa sperma yang tertinggal. Sementara Dona langsung menyambar penisku yang mulai mengendur kecapean. Membuat sekujur tubuhku mengejang, menahan nikmat yang teramat dan memaksa penisku untuk menegang kembali.
Karena sudah kembali ereksi akupun mengentot Dona dan Vira secara bergantian, entah berapa lama yang pasti penisku terasa begitu panas menggesek dua vagina secara bergantian. Hingga akhirnya satu semprotan deras mengakhiri goyanganku dan membuat lunglai kakiku.
Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh….sungguh seX partY yang hebat, gumamku dalam hati. Tapi ternyata tugasku masih belum usai, masih ada Rara yang belum aku entot!! Tapi bagaimana, aku harus membuat Rara tersungkur agar tidak meremahkan aku sedangkan staminaku sudah terkuras habis! Belum aku temukan jawaban atas kata hatiku, Vira menghampiriku sambil menyodorkan 2 buah pil, satu berwarna biru untukku dan satu berwarna kuning untuk Rara.
“ini….satu sachet ada 2, harganya 650ribu! Kata Vira.
‘iyaaa…..siniiii…. jawabku agak kesal, masa disaat seperti ini masih aja nyales???
Setengah jam kemudian, kurasakan penisku berdenyut-denyut dan mendadak tegang. Tenagaku seakan pulih kembali bahkan terasa berlipat.
‘hebat kan? yang biru obat kuat dan yang kuning obat perangsang! Kata Vira menjelaskan.
“sippppp! Jawabku sambil memberi jempol.
‘silahkan dilanjut saampai pagi, ini udah jam 1 malem aku dan Dona mau pulang! Jawab Vira
Kini yang ada di room hanya aku, Hana dan Rara yang masih terkulai lemas tapi masih mendesah dan melenguh karena divaginanya masih tertancap sebuah dildo berduri. Aku nyalakan semua lampu yang ada, hingga semuanya terlihat jelas dimataku. Ternyata kondisi Rara lebih dari yang aku pikirkan, begitu banyak bekas hisapan dileher dan sekitar dada. Selain itu, ceceran olive oil dan lendir Rara memenuhi kamar didalam ro0m ini.
Walau sudah terangsang penuh tapi aku masih memikirkan kenyamanan dan kebersihan. Aku papah tubuh Rara keruang karaoke dan aku rebahkan di sofa panjang, sesekali penisku yang tegang menjulang menggesek pantatnya dan itu sangat membuatku terangsang. Tanpa sadar aku mulai menciumi Rara secara bertubi-tubi, dari bibir, leher, toket kanan dan kiri serta turun menyusuri perutnya yang rata dan putih. Eemuah…emuaaaaaaaaaaccchhh……emuaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..
Akupun membuka kedua pahanya, mengangkat pantatnya dan kemudian mengganjal dengan bantal. Kuangkat kedua kakinya dan aku rapatkan kedadaku, kini vaginanya tepat di depan penisku. Pelan-pelan aku arahkan penisku ke bibir vaginanya dan dengan sekali tusuk ambleslah ¾ batang penisku kedalam vaginanya. Mendadak kurasakan denyutan disekujur penisku, ada pijatn dari dinding vaginanya dan sesekali hisapan yang membuatku merem-melek.
BLESSSSSSSSSSS…….ZLEB…ZLEEEEEEEEEEEBBBBB…. …ZLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEBBBBBBBBBB.
OOHHHH…AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH………HEMMMMMMM MMMMMMMMMMM….
Desahan Rara berpadu dengan desahanku dan itu membuatku semakin bersemangat dan bertenaga untuk menggenjot dan mengobok-obok vaginanya. Aku pompa semakin cepat, semakin kuat dan semakin dalam. Hanya dalam waktu 10 menit aku sudah membuatnya orgasme dan itu semakin membuat becek vaginanya.
PLAK…PLAK…PLAAAAAAAAAAKKKKK…..PLAAAAAAAAAAAA AAAAKKKKKKKKKKKKKK…..
‘Mas, aku horny lagi nih!? Kata Hana sambil mencium leherku dari belakang.
“ya udah, ayo main bareng! Jawabku singkat.
Kini Hana berdiri di depanku, menggagahi tubuh Rara yang terlentang. Pelan-pelan Hana menurunkan pantatnya tepat dimulut Rara, bergerak maju-mundur sambil mengusap wajah Rara dengan vagina dan pantatnya sementara bibirnya memilin dan menghisap lidahku. Aku terus menggoyang vagina Rara sambil meladeni ciuman dan cumbuan Hana. Tiba-tiba Hana memegang dan mengeluarkan penisku dari dalam vagina dan mengarahkannya ke lubang anus.
AAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH…………..OOOOOOOUUUUUU GGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH…..BLEEEEEEEEESSSSSSSS SSSSSSSSS….BLEEEEEEEEEEEEEEEEESSSSSSSSSSSS….. dengan dorongan yang kuat, seluruh penisku masuk kedalam anusnya, terasa begitu sempit dan menghimpit. Aku terus menggoyangnya….terus dan terus, sementara Hana mulai mengocok vagina Rara dengan 2 jarinya.
Setelah hampir satu jam aku menggenjot, mendadak kurasakan sesuatu yang berbeda, jepitan anus Rara semakin berkurang, terus berkurang hingga terasa tanpa denyutan dan semakin kesed saja. Akupun meminta Hana untuk berdiri dari muka Rara, dan ternyata Rara sudah pingsan. Karena aku belum ejakulasi, aku meminta Hana untuk menggantikan Rara. Kini Hana memilih diatasku, menggoyang penisku dengan sangat cepat dan dalam. Maju-mundur, memutar hingga hentakan kiri dan kanan. Aku tundukkan wajahnya kearahku, hingga kedua toket kembarnya menggantung didepan mataku. Aku langsung menghisap dan menggit lembut putingnya dengan bibirku.
Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh…….nikmaaaaaaaaaaa aaaaaatttttttt, buruan Mas semprotin vaginaku dengan pejuhmu. Bisik Hana lirih.
“iya sayang, sebentar lagi ya?? Jawabku sambil mengelus halus toket kenyalnya.
Sesaat sebelum ejakulasi, aku suruh Hana mencabut penisku dan memasukkannya kembali ke vagina Rara. Dengan mudah aku masukkan penisku dan kembali menggenjot goyanganku.
CRET……CREEEEETTTTTTTTT…..CREEEEEEEE EEEEEEETTTTTTTTTT….. seluruh spermaku tumpahkedalam vagina Rara yang hangat.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh……..puaaaaaaass sssssssssssssssssssss……
Setelah beberapa saat mengumpulkan sisa-sisa energi, aku dan Hana memakai kembali baju yang berserakan dan penuh pejuh. tidak lupa aku memakaikan baju Rara dan memapahnya keluar room. Aku cuek saja dengan orang-orang, paling dikira lagi sakit, jawabku……..
Aku bawa Rara menuju tempat kostnya dan dengan bantuan Hana aku bisa masuk kost dan masuk kamar Rara yang kebetulan satu kamar dengan Hana. Aku baringkan Rara ketempat tidur dan membuka kembali seluruh pakaiannya begitu juga aku. Akupun tidur satu selimut dengan Rara, dalam keadaan sama-sama bugil dan saling berpelukan erat. Sementara Hana tidur di kasur sebelah karena walau mereka satu kamar tetapi mereka tidur di kasur sendiri-sendiri.
Keesokan harinya, sesuai rencana aku buat Rara terbangun duluan dengan memberi minyak kayu putih dihidungnya dan setelah itu aku dan Hana berpura pura tidur.
“eeeeeehhhhhhhhh….Iwan, kok kamu disini? Kata Rara saat terbangun.
‘kamu sudah bangun sayang?!! Kataku pura-pura baru bangun.
“apa yang terjadi semalam? Aduuuhhhh….sakit banget vaginaku, kamu apain? Tanya Rara meringis.
‘lho itu bego atau pura-pura bego? Jelas-jelas kalian semaleman ngentot… tuh penis Iwan yang segede ketimun yang bikin lho pingsan! Sahut Hana dengan berakting marah.
“iiihhhh….apaan sih?! Apa benar Wan? Tanya Rara dengan agak bingung.
‘iyaaa sayaaang….kita semalem karaoke dan kita ngentot sampai subuh karena kita taruhan siapa yang nyerah duluan harus nurut pada yang menang! Jawabku.
“apa….aku kalah ngentot, apa iya???? Kata Rara Heran.
‘jelas-jelas lho pingsan, masa iya pingsan menang! Kata Hana menambahkan.

Sejak pagi itu Rara menyerah tanpa syarat kepadaku, menuruti semua kemauanku dan dua bulan ini Rara aku suruh menjadi sekretarisku. Ternyat otaknya encer juga Gan, aku sangat terbantu dengan kemampuannya. yang membuatnya sangat berguna adalah, dia sangat pintar merayu, dengan body dan kecantikannya dia melobi serta melayani klien-klienku alhasil dari 12 lelang tender aku menang sebanyak 11 kali.

Pasti horny ya habis baca ini belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. Selain bacaannya seru ceritanya akan selalu di update terbaru setiap hari. makanya ajakin temen kamu buat membaca di situs www.novel-hot.com.  baca juga kisah sex terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Cerita Lesbian Ngeseks Wanita Yang KusukaCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

technology infrastructureService desk overview
Ngentot Cewek Bispak Jual Mahal Di Room Karaoke
by : | 5