Nafsu Liar Dibalik Kerudung Pacarku yang Binal

Sabtu, September 9th, 2017 - Cerita Sex Jilbab
itil foundation

Kumpulan Novel Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Nafsu Liar Dibalik Kerudung Pacarku yang Binal. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi peningkat nafsu birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Hot, selamat menikmati.

Nafsu Liar Dibalik Kerudung Pacarku yang Binal

Nafsu Liar Dibalik Kerudung Pacarku yang Binal

Ini adalah pengalaman pribadiku bersama kekasihku yang dimana aku baru mengetahui kalau pacarku yang berkerudung itu juga mempunyai nafsu sex birahi yang binal setelah 4 bulan kita berpacaran. Sebut saja namanya Dilla, gadis muda berkerudung yang terlihat sangat manis sekali. Selain manis Dilla juga cantik dan Dilla juga mempunyai lesung pipi yang selalu menghiasi senyumannya. Dilla juga mempunyai tubuh yang proposional dengan tingginya sekitar 167cm dan juga berat badannya aku kira-kira 57kg membuat Dilla terlihat sangat sempurna. Yang menarik lagi, Dilla juga mempunyai buah dada yang aku lihat sangat padat dan juga pantat yang lumayan besar.

Aku kenalan dengan Dilla ketika berada dirumah sakit. Dilla adalah seorang perawat di RS yang dimana aku ketemu dengannya saat aku menjenguk pamanku sakit. Lalu aku beranikan meminta pin bbm nya dan akhirnya setelah seminggu kita berkomunikasi akhirnya kita jadian. Awalnya Dilla aku kira seorang cewek yang pendiam, namun setelah jadian dengannya dan semakin akrab dengannya ternyata orangnya asik sekali. Selama berpacaran aku hanya melihat Dilla tidak menggunakan kerudung yaitu saat aku maen dikostnya. Woooowww…..sungguh sangat menggoda sekali ketika melihat Dilla tanpa kerudungnya, namun aku hanya bisa melihatnya sebentar, karena Dilla buru-buru menggunakan kerudung.

Suatu hari aku sudah janjian dengan Dilla untuk kencan. Sesuai jam yang sudah kita sepakati, aku menjemput Dilla dikostnya. Kemudian aku ajak Dilla disuatu hutan tempat wisata yang ada dikotaku. Sampai ditempat tujuan, kita pun jalan-jalan mengelilingi dan melihat-lihat suasana huitan yang sejuk. Dan setelah cukup lama jalan akhirnya Dilla capek dan aku mengajaknya untuk berhenti dan duduk disebuah tempat yang sepi. Kita pun asyik ngobrol ngalor ngidul hingga tanganku mengelus tangan Dilla diatas pahanya. Dilla menatap mataku dan aku pun lalau mencium bibirnya dan Dilla juga membalas ciumanku.

Seperti cewek yang sudah berpengalaman, Dilla memainkan lidahnya didalam mulutku dan aku pun membalasnya hingga lidah kami saling beradu. Saat lidah kita saling beradu dengan ganasnya, tanganku mulai meremas buah dada Dilla yang besar dan padat dan membuat Dilla bergetar. Namun dengan cepat Dilla memegang tanganku dan memintaku untuk berhenti.

“Jangan Mas, malu kalau dilihat orang disini” ucap Dilla

“Pindah ke tempat yang lebih aman yuk yank” ajakku sambil melanjutkan meremas buah dadanya

Dilla diam dan menurut saja denganku, terlihat Dilla juga menikmati perlakuanku. Aku kira Dilla sudah terangsang dengan remasanku pada buah dadanya. Karena hari aku lihat sudah agak gelap, maka aku ajak Dilla ke hotel yang tak jauh dari hutan wisata tadi. Setelah sampai aku memesan kamar dan setelah membayar sewa hotel aku dan Dilla diantarkan kesebuah kamar.

Pertama-tama kami masih merasa malu-malu karena baru kali ini aku dan Dilla kehotel. Aku sudah bernafsu sekali mencumbu Dilla, namun aku lihat Dilla malah diam saja yang membuat aku bingung. Aku sempet berpikir apakah Dilla merasa menyesal aku ajak dia kehotel, lalu aku iseng untuk mengajaknya bicara.

“Eeehhhmmm… kenapa kok diem aja yank?? Lagi miikir apa?” tanyaku

Dilla tidak menjawab dan Dilla malah memandangiku. Kudekati Dilla dan kemudian aku memeluknya. Dilla masih tetap diam saja namun dia tak menolak aku peluk. Lalu kulepas pelukanku dan aku melihat Dilla tersenyum manis, kemudian aku mulai mencium bibirnya yang mungil dan Dilla pun membalas ciumanku dengan mesra. Kami berciuman penuh nafsu, makin lama makin ganas. Dilla melingkarkan tangannya dipundakku. Kusingkap kerudung yang menutupi lehernya, kemudian kuturunkan ciumanku kelehernya.

“Aaagghhhh…” Dilla mulai mendesah

Medengar Dilla sudah mendesah, aku mulai meremas buah dadanya dan Dilla semakin mendesah. Dilla mulai menjambak rambutku dan kulihat Dilla sudah sangat terangsang dan sangat nafsu sekali. Mengetahui hal itu, langsung saka kubuka baju dan juga bra yang Dilla pakai, hingga kulihat buah dada yang sangat besar, padat dan kencang sekali seperti buah dada yang belum pernah terjamah. Kuelus buah dadanya yang ontok itu dan kuoegang putting susunya yang berwarna merah itu juga sudah mengeras. Dilla menikmati perlakuanku dan Dilla pun memejamkan matanya menggigit bibirnya tanda dia menikmatinya.

Setelah puas dengan buah dadanya, tanganku mulai mengelus paha Dilla. Kuelus-elus pahanya hingga akhirnya aku mulai memelorotkan rok nya. Dan setelah roknya sudah terbuka, kulihat Dilla menggunakan celana dalam berwarna putih menerawang hingga jembutnya terlihat sangat lebat sekali namun rapi. Gak pakai lama, kubuka sekalian CD-nya hingga sekarang Dilla sudah telanjnag bulat, namun aku tidak melepaskan kerudungnya. Sengaja aku tidak melepas kerudungnya karena aku ingin sensasi yang berbeda dengan gadis berkerudung dan selain itu Dilla juga terlihat sangat bergairah ketika dia berkerudung. Lalu aku mulai memegang memek Dilla yang sudah mulai becek.

“Jembut kamu lebat sekali yank, namun rapi gitu… kamu suka merawatnya ya?” tanyaku

“Iya…” jawab Dilla dengan malu-malu

Kemudian aku pegang tubuh Dilla dan aku pangku dia dan kami saling berhadapan. Kuciumi bibirnya lagi dan tanganku juga meremas buah dadanya. Aku yang sudah bernafsu, langsung mengalihkan ciumanku ke buah dadanya dan kulumat putting susunya yang berwarna merah itu. Ku’emut putting susunya, kujilati dan sesekali kugigit juga putingnya. Dilla sangat menikmatinya hingga dia mendesah keenakan. Posisi kami sekarang sudah bersampingan karena sambil terus melumat putting susunya, tanganku sekarang sudah memainkan klitorisnya yang juga sudah membesar dan vaginanya yang sudah becek. Kugesek klitorisnya dengan jari0jari tanganku dan mebuat Dilla semkain mendesah.

“Aaahhhh… enak sayaaaang…” desahnya

Tak lama kemudian badannya mengejang,

“Aku mau keluar sayaaaang”

Dilla dapatkan orgasme pertama kalinya dan kurasakan memeknya juga berkedut ditanganku. Kemudian Dilla berdiri,

“Sekarang giliranmu yank” katanya

Dilla langsung melepas celana dan juga Cd yang aku pakai. Lalu disuruhnya aku untuk berbaring dan aku menurutinya. Dilla mulai memegang kontolku dan tangan yang satunya memegang buah zakarku dan Dilla mnengelusnya dengan tangannya yang lembut itu.

“Eeemmhhhh… Aaahhh…” desahku

“Enak yank?” tanyanya, dan aku hanya mengangguk

Dilla mulai mendekatkan wajahnya ke kontolku yang sudah ngaceng keras, kemudian Dilla mulai menciumya dengan sambil terus mengelus-elus buah zakarku. Lalu Dilla mengulum kontolku dan menaik turunkan kepalanya mengocok kontolku dengan pelan. Hisapan Dilla sangat enak sekali dan membuatku bingung Dilla belajar dari mana bisa selihai itu memainkan kontolku dengan mulutnya.

“Kamu pinter banget yank, belajar darimana?” tanyaku

“Hhhmmbb, cuma pernah lihat di film porno yank dan ternyata enak juga” jawabnya sambil melanjutkan menghisap kontolku

Kupegang kepalanya yang masih berkerudung dan aku ikuti iramanya yang kadang sesekali kutekan kepalanya hingga penisnya sampai dileher Dilla. Tak lama kemudian Dilla menghentikan kulumannya.

“Punya kamu gede juga yank, aku makin terangsang nih” katanya

Mendengar pujiannya aku hanya tersenyum dan kuminta Dilla untuk berganti posisi. Kuminta Dilla untuk membalikkan badannya dan kuminta Dilla untuk membuaka kakinya dan kuarahkan memeknya tepat diwajahku dan kmai pun sekarang dengan posisi 69. Memek Dilla yang sudah becek kucium aromanya sangat harum sekali. Lalu Dilla mulai kembali mengocok kontolku dengan mulutnya dan aku pun mulai menjilati memenya. Kujilati klitorisnya dan kuhisap-hisap dan sesekali kuhisap klitorisnya dengan kuat hingga tubuh Dilla mengejang.

“Eebbbmhhh….Sayaaaang…..Aaagghhh…” Dilla menjerit mencapai puncaknya

Terus kujilati cairan sperma Dilla sambil habis dengan rasa asem-asem namun sangat nikmat sekali. Setelah itu Dilla berhenti dan Dilla bilang kalau dia capek, namun aku gak mau berhenti begitu saja. Kubalikkan tubuh Dilla dan kuambil posisi dibelakangnya. Kejepikan kontolku disela pahanya dan kumaju mundurkan kontolku namun itu hanya sebentar karena aku bosan lalu kusuruh Dilla untuk berbaring.

Kucium bibirnya dan kuremas buah dadanya, sekalian kuarahkan kontolku ke lubang memeknya. Kugesek-gesekkan sebentar kontolku di bibir memeknya dan setelah itu aku mulai mendorongnya. Memek Dilla yang sempit membuat kontolku sedikit susah memasukinya. Lalu kubantu dengan tanganku, kuarahkan lagi kontolku di memek Dilla dan aku mendorongnya perlahan. Sedikit kepala kontolku sudah masuk di memek Dilla dan kurasakan denyutan memek Dilla sangat kencang sekali. Terus aku mendiringnya dengan perlahan hingga akhirnya “Bleeeeesssss…..” masuklah seluruh kontolku dalam memek Dilla dan kurasakan ada cairan yang mengalir membasahi kontolku dan saat kulihat itu adalah darah perawan Dilla.

Saat aku mulai memju mundurkan kontolku, Dilla mendesah kesakitan. Namun terus aku lamak memeknya dengan kontolku hingga lama kelamaan desahan Dilla berubah menjadi desahan yang memberikan kenikmatan. Kudurong kontolku sambil kuciumi dan kujilati buah dada Dilla yang membuat Dilla terus mendesah tak henti-henti dan membuatku semakin nafsu. Dan aku pun mempercepat genjotanku,

“Ooohh…..Nikmat banget……Sayaaaang” desahku

“Ssshhhh……Aaaaggghh…..” Dilla juga ikut mendesah

Kurang lebih 15 menit kemudian Dilla memelukku erat,

“Saaayaaang….aku mau keluar…….Aaaggghhh…”

“Tahan yank, sebentar lagi aku juga mau keluar…” jawabku

Genjotanku semakin kupercepat dan tak lama kemudian “Crooootttt…… Crooootttt…… Crooootttt…… Crooootttt……” pejuhku menyemprot memek Dilla banyak sekali dan berbarengan dengan aku keluar Dilla juga keluar dan pejuh kita saling bercampur didalam memek Dilla. Setelah itu Dilla terdiam kelelahan, lalu kucium Dilla dan kubelai rambutnya. Sesaat kemudian Dilla pun tertidur lelap.

Pasti horny ya habis baca ini belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. Selain bacaannya seru ceritanya akan selalu di update terbaru setiap hari. makanya ajakin temen kamu buat membaca di situs www.novel-hot.com.  baca juga kisah sex terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Cerita Sex Nikmat Ngentot Janda Penjual PecelCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Pencarian terkait:

  • cerita bokeb pelajar
  • cerita seks bergambar
technology infrastructureService desk overview
Nafsu Liar Dibalik Kerudung Pacarku yang Binal
by : | 5