Mahasiswi Paling Cantik Di Perkosa Rame Rame

Kamis, Januari 26th, 2017 - Cerita Sex Party, Cerita Sex Perkosaan

Kumpulan novel cerita sex hot kembali update menghadirkan cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Mahasiswi Paling Cantik Di Perkosa Rame Rame. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi peningkat birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca, selamat menikmati.

Mahasiswi Paling Cantik Di Perkosa Rame Rame

Mahasiswi Paling Cantik Di Perkosa Rame Rame

 

Cerita Hot – Linda adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Dia mempunyai tubuh yang sangat sempurna dan terawat. Tingginya 165 cm, dengan berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai payudara yang sangat indah, bulat dan kencang berukuran 34B. Kulitnya putih dan wajahnya pun sangat cantik. Linda termasuk mahasiswi yang berprestasi di kampusnya. Tidak heran banyak sekali teman prianya yang tertarik kepadanya, namun sampai saat ini Linda masih belum punya pacar.

Pada suatu hari Linda terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.
“Hai, Linda.. mau pulang nih..?”
“Iya..”
“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.
“Boleh..” tanpa rasa curiga Linda mengiyakan.

Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Linda dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.

“Dukk..,” Linda terbangun ketika kepalanya terantuk meja.
Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam. Ketika Linda mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.

“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal Linda bicara dengan Shanty.
“Elo mau apa sih Nov..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.
“Apa maksud elo..?” Linda mulai panik.
“Kita mau buat perhitungan sama elo, Nov..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri Linda.
“Elo mau apa sih..!” jerit Linda.
“Gue mau liat elo menderita malam ini, Nov. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan..” kata Shanty.

Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat Linda terikat tidak berdaya seperti itu.
Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si Linda sepuas kita.”
Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali Linda. Bulu kuduk Linda merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun Linda tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.
Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga Linda, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.

Tidak percaya rasanya Linda mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar, Linda mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai. Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang Linda hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu Linda memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi. Linda memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai Linda lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup. Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu. Linda gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.

Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan Linda untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Linda meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH Linda dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara Linda yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara Linda berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda. Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina Linda. Linda memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini Linda telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.

Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong Linda hingga jatuh terduduk.
“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada Linda untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.
Dengan ketakutan Linda menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian Linda mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai. Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.

Lama kelamaan Linda mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang. Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam Linda kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.

Tubuh Linda kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat Linda kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu. Saat Linda semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki Linda sehingga tubuh Linda menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan Linda, dan mulai mengelus-elus vagina Linda dengan tangannya. Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina Linda, membuat Linda merinding karena rasa geli yang timbul.

Kemudian Angga mulai menjilati vagina Linda dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina Linda membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina Linda. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan Linda juga ikut menikmati sebagian tubuh Linda. Laki-laki yang memegang tangan kanan Linda menjilati dan mengisap puting susu Linda yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan Linda yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara Linda yang satunya. Sambil meremas payudara Linda dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu Linda dengan giginya, sehingga Linda merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir Linda dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut Linda.

Setelah puas menjilati vagina Linda, Angga kembali berlutut di selangkangan Linda dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Linda. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya, Linda berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya. Melihat Linda yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Linda yang masih perawan. Walaupun vagina Linda sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina Linda yang keluar, namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Linda yang perawan masih sangat sempit. Linda hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.

Sementara itu Angga terus memompa vagina Linda dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Linda yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Linda. Linda hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Linda dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.

Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki Linda ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Linda. Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina Linda kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina Linda, walaupun vagina Linda masih sangat sempit. Kembali vagina Linda diperkosa secara brutal oleh Anto, dan Linda lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan. Namun kali ini Linda tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.

Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Linda. Anto mendempetkan kedua buah payudara Linda dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Linda, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Linda. Linda gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Linda. Kemudian Anto menampar payudara Linda yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Linda berwarna kemerahan dan membuat Linda merasa kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh Linda untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat Linda dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Linda yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Linda mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah Linda ke arah penisnya. Kini Linda dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Linda.

Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus Linda dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Linda. Sesekali Leo menampar pantat Linda dengan keras, sehingga Linda merasakan pantatnya panas. Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus Linda dengan cara menjilatinya. Linda merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian Linda kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.

Kini Leo memperkosa anus Linda perlahan-lahan, karena lubang anus Linda masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Linda. Saat Linda berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut Linda, sehingga kini Linda hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh Linda terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara Linda yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Leo menyemburkan spermanya di dalam anus Linda, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut Linda. Linda terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas. Linda hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya. Linda membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Linda.

Kemudian Reza memaksa Linda untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Linda dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Linda, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Linda dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.

Setelah Leo mencabut penisnya dari anus Linda, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Linda mendekat dan menyuruh Linda untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Linda, dan kemudian memaksa Linda untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina Linda. Setelah itu, Linda dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Linda. Sesekali Irvan menyuruh Linda untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina Linda berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Linda yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Linda diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Linda. Linda kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa Linda. Dia menarik Linda dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Linda disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan. Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat Linda turun, sehingga vagina Linda langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina Linda, masuk semuanya ke dalamvagina Linda, membuat Linda kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Linda merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa Linda untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina Linda dengan leluasa.

Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu Linda dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Linda berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Linda yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung Linda beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Linda tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Linda terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Linda dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Linda menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.

Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Linda dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Linda tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir Linda dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Linda, Iwan terus menggenjot vagina Linda. Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Linda dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Linda. Kemudian dia menarik tangan kanan Linda dan memaksa Lindauntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina Linda. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Linda dengan kasar, membuat vagina Linda semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Linda dan memaksa Linda untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa Linda untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara Linda menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Linda sudah rata oleh sperma milik Eka.

Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Linda di vagina, anus maupun mulut Linda. Mereka juga meremas-remas payudara Linda dan mencubit serta menggigit puting susu Linda keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat Linda sudah penuh oleh sperma. Bahkan kedua buah payudara Linda kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung Linda juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.

Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya Linda tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa Linda untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.
“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.
Shanty memberikan pisau cukur kepada Linda dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi. Linda tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri Linda mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya. Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Linda tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.

Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Linda mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina Linda terasa panas dan perih saat Linda menyentuhnya. Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Linda lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa Linda sudah sangat terangsang. Linda mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya Linda mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh Linda kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina Linda mengalir keluar dengan derasnya. Linda tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.

Belum pernah sebelumnya Linda mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya Linda merasa terangsang, Linda menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.

Setelah mengalami orgasme, Linda hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur. Di sekitar vagina Linda terlihat bercak-bercak merah darah perawan Linda dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya. Linda masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun Linda juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya. Linda tidak mampu bergerak lagi.

Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa Linda lagi. Kali ini Linda tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya. Linda seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus Linda yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali. Mereka juga memaksa Linda untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan Linda diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus Linda secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara Linda.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman Linda terhadap tubuh Linda. Kali ini Linda tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama. Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya, Linda akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Linda telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.

Ketika Linda terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang. Kedua tangan Linda terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika Linda mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali. Vagina dan kedua puting susu Linda juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd: Linda.

Linda membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering. Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.

Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya. Linda berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya. Linda sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya. Namun ketakutan Linda menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh Linda di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut Linda, membuat Linda kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu Linda kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.

“Wah, inikan si Linda, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.
Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”
“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”
“Ayo cepet kita perkosa aja.. Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”
Linda hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya.. jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya..”
Namun mereka tidak peduli dengan rintihan Linda dan tetap melancarkan aksinya.

Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu Linda hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh Linda dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah Linda dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya. Disemprot air dingin seperti itu, Linda terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan Linda, mengangkat tubuh Linda dan mendekapnya dari depan dan belakang. Linda kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki. Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus Linda secara bersamaan. Linda diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.

Sementara itu orang yang berada di depan Linda menciumi bibir Linda dengan paksa, dan orang yang berada di belakang Linda meremas-remas kedua payudara Linda dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Linda. Orang yang memperkosa vagina Linda menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina Linda, sehingga Linda dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.

Setelah itu, Linda dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian. Linda juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ, Linda kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya. Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus Linda, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus Linda dengan paksa, membuat Linda meronta-ronta kesakitan.

Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Linda, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh Linda dan memaksa Linda untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Linda tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini Linda tidak dapat lagi menahan orgasmenya. Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.

Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut Linda, Linda kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh Linda kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Sperma dan cairan vagina Linda yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus Linda. Dari mulut Linda juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh Linda.

Linda hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ. Lindakembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya. Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh Linda. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh Linda dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok. Bahkan orang terakhir yang memperkosa Linda memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus Linda sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.

Linda tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina Linda terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan. Linda sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya Linda kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.

Total Linda telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan Linda yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya, Linda tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video Linda yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang. Linda lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu, Linda tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari. End by – Cerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot –

Pencarian terkait:

novel diperkosa, djalustory, cerita pemerkosaan lubang anus mahasiswi cantik, cerbung sex, Cerita novel di perkosa tmn, cerita sex mahasiswi dipaksa, cerbung mahasiswa diperkosa, Cerita sex cewek cantik di anal sex paksa hot, berontak sekuat tenaga saat dia mau di perkosa, vidio si cantik di perkosa teman sendri mencoba melwan